25 Januari 2026

13.42 , No comments

 

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan sektor konstruksi, perkebunan, pertambangan rakyat, serta pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, dan kawasan industri di berbagai daerah mendorong peningkatan kebutuhan alat berat. Tidak semua pelaksana proyek memiliki kemampuan investasi untuk membeli alat berat sendiri, sehingga usaha penyewaan alat berat dengan operator menjadi solusi yang efisien dan ekonomis.

Loader

Usaha ini direncanakan dengan kepemilikan unit alat berat sebagai berikut:

  • Excavator Komatsu PC 200-7
  • Excavator Komatsu PC 200-8
  • Excavator Komatsu PC-60
  • Excavator Hitachi ZX 138

Keempat unit tersebut merupakan tipe yang paling umum digunakan, fleksibel untuk pekerjaan galian, loading, pembukaan lahan, saluran, dan pekerjaan konstruksi skala kecil hingga menengah.

 

1.2 Tujuan Penyusunan Proposal

Proposal ini bertujuan untuk:

  1. Menjelaskan aspek teknis operasional usaha penyewaan alat berat.
  2. Menganalisis kelayakan finansial usaha.
  3. Menyusun proyeksi arus kas usaha.
  4. Menghitung indikator kelayakan investasi berupa NPV dan IRR.
  5. Menjadi dasar pengambilan keputusan investasi dan pengembangan usaha.

 

II. GAMBARAN UMUM USAHA

2.1 Jenis Usaha

Usaha yang dijalankan adalah penyewaan alat berat lengkap dengan operator dan mekanik pendukung, dengan sistem sewa harian dan bulanan.

 

2.2 Spesifikasi Alat Berat

No

Jenis Alat

Kapasitas

Kegunaan Utama

1

PC 200-7

±20 ton

Galian besar, land clearing

2

PC 200-8

±20 ton

Proyek konstruksi, loading

3

PC-60

±6 ton

Parit, area sempit

4

Hitachi 138

±13–14 ton

Pekerjaan menengah

 

2.3 Segmen Pasar

  • Kontraktor bangunan dan jalan
  • Perkebunan sawit dan karet
  • Proyek desa dan pemerintah daerah
  • Tambang rakyat dan pekerjaan cut & fill

 

III. ASPEK TEKNIS OPERASIONAL

3.1 Sistem Operasional

  • Alat disewakan lengkap dengan operator
  • Jam kerja: 8 jam per hari
  • Sistem mobilisasi ditanggung penyewa (atau sesuai kesepakatan)
  • Perawatan ringan dilakukan harian, perawatan besar berkala

 

3.2 Kebutuhan Tenaga Kerja

Jabatan

Jumlah

Keterangan

Operator

4 orang

1 operator per unit

Mekanik

1 orang

Maintenance & perbaikan

Administrasi

1 orang

Keuangan & kontrak

 

3.3 Jadwal Perawatan

  • Harian: pengecekan oli, grease, kebocoran
  • Bulanan: filter, oli mesin
  • Tahunan: overhaul ringan, undercarriage

Biaya perawatan dihitung sebagai komponen tetap dalam analisis finansial.

 

IV. ASUMSI DASAR ANALISIS KEUANGAN

4.1 Tarif Sewa (Rata-rata)

Alat

Tarif / Hari (Rp)

PC 200-7

4.500.000

PC 200-8

4.800.000

PC-60

2.800.000

Hitachi 138

3.800.000

 

4.2 Tingkat Utilisasi

  • Rata-rata 20 hari kerja per bulan
  • 12 bulan operasi per tahun

4.3 Investasi Awal (Nilai Buku)

Alat

Nilai (Rp)

PC 200-7

1.300.000.000

PC 200-8

1.450.000.000

PC-60

650.000.000

Hitachi 138

1.100.000.000

Total Investasi

4.500.000.000

 

V. PROYEKSI PENDAPATAN

5.1 Pendapatan Bulanan

Alat

Pendapatan / Bulan (Rp)

PC 200-7

90.000.000

PC 200-8

96.000.000

PC-60

56.000.000

Hitachi 138

76.000.000

Total

318.000.000

5.2 Pendapatan Tahunan

Rp 3.816.000.000

 

VI. BIAYA OPERASIONAL

6.1 Biaya Tetap & Variabel (Tahunan)

Komponen

Nilai (Rp)

Gaji operator

360.000.000

Gaji mekanik & admin

180.000.000

BBM (rata-rata)

720.000.000

Pemeliharaan & sparepart

360.000.000

Asuransi & pajak

90.000.000

Lain-lain

60.000.000

Total Biaya

1.770.000.000

 

VII. PROYEKSI ARUS KAS

7.1 Arus Kas Bersih Tahunan

Pendapatan Tahunan : Rp 3.816.000.000
Biaya Operasional : Rp 1.770.000.000

Arus Kas Bersih : Rp 2.046.000.000 / tahun

7.2 Proyeksi Arus Kas 5 Tahun

 

Tahun

Arus Kas (Rp)

0

(4.500.000.000)

1

2.046.000.000

2

2.046.000.000

3

2.046.000.000

4

2.046.000.000

5

2.046.000.000 + Nilai Sisa 1.500.000.000

VIII. ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI

8.1 Net Present Value (NPV)

Asumsi tingkat diskonto: 12%

NPV ≈ + Rp 3,15 Miliar
→ NPV positif, usaha layak secara finansial.

8.2 Internal Rate of Return (IRR)

Hasil perhitungan menunjukkan:
IRR ≈ 38–40%

→ IRR jauh di atas tingkat bunga pinjaman dan cost of capital.


8.3 Payback Period

  • Modal kembali dalam ± 2,3 tahun

 

IX. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

9.1 Kesimpulan

  1. Usaha penyewaan alat berat dengan unit PC 200-7, PC 200-8, PC-60 dan Hitachi 138 sangat layak dijalankan.
  2. Secara teknis mudah dioperasikan dan memiliki pasar luas.
  3. Secara finansial menghasilkan arus kas positif, NPV tinggi, dan IRR sangat menarik.

 

9.2 Rekomendasi

  • Menjaga utilisasi minimal 65–70%
  • Disiplin pemeliharaan untuk menekan biaya besar
  • Mengembangkan kontrak jangka panjang dengan kontraktor dan perkebunan

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda

Recent Post

Popular Posts

Blog Archive