Di Desa Wono Harjo, Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, UPKD Sinar Abadi terus memainkan peran strategis sebagai lembaga keuangan desa yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga Desember 2024, UPKD ini menunjukkan kondisi keuangan yang relatif sehat dan stabil, meskipun berada di tengah berbagai tantangan pengelolaan kredit mikro di tingkat desa.
![]() |
| Pengurus UPKD Sinar Abadi Desa Wono Harjo |
Berdasarkan laporan neraca terakhir, total aset UPKD Sinar Abadi mencapai Rp1,43 miliar. Aset tersebut didominasi oleh piutang kepada anggota sebesar Rp972,3 juta, yang mencerminkan fungsi utama UPKD sebagai lembaga penyalur pembiayaan masyarakat. Selain itu, posisi kas yang mencapai Rp375,8 juta menunjukkan likuiditas yang cukup kuat untuk mendukung operasional harian dan kebutuhan pencairan dana.
Dari sisi aset tetap, UPKD Sinar Abadi memiliki tanah dan bangunan kantor senilai Rp69 juta serta inventaris operasional lebih dari Rp16 juta. Kepemilikan aset fisik ini menjadi penopang penting bagi keberlangsungan kelembagaan, sekaligus menunjukkan bahwa UPKD tidak hanya beroperasi secara administratif, tetapi juga memiliki basis aset yang nyata dan berkelanjutan.
Pada sisi kewajiban dan dana titipan, UPKD mengelola berbagai dana amanah masyarakat. Tabungan dan simpanan sukarela anggota tercatat sebesar Rp196,2 juta, disertai dengan dana sosial, dana pendidikan, dana santunan, serta dana titipan lain-lain yang secara keseluruhan mencerminkan fungsi sosial UPKD dalam mendukung solidaritas dan perlindungan anggota. Keberadaan dana-dana ini menegaskan bahwa UPKD Sinar Abadi bukan sekadar lembaga pinjaman, melainkan juga wadah pengelolaan dana sosial desa.
Struktur permodalan UPKD Sinar Abadi masih bertumpu pada modal awal program BRDP sebesar Rp190,5 juta, ditambah dengan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota. Yang menarik, porsi terbesar modal berasal dari pemupukan modal hasil usaha yang telah mencapai lebih dari Rp682 juta. Hal ini menunjukkan bahwa UPKD mampu menumbuhkan modal secara mandiri melalui pengelolaan usaha selama bertahun-tahun.
Dari sisi kinerja usaha, sepanjang tahun 2024 UPKD Sinar Abadi berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp35,9 juta. Pendapatan utama masih bersumber dari jasa pinjaman, sementara biaya didominasi oleh honor pengurus, biaya operasional, dan biaya lain-lain. Laba ini menjadi sinyal positif bahwa di tengah keterbatasan dan risiko kredit, UPKD tetap mampu menjaga kinerja keuangannya secara positif.
Secara keseluruhan, neraca Desember 2024 menggambarkan UPKD Sinar Abadi Wono Harjo sebagai lembaga keuangan desa yang matang, dengan aset yang kuat, modal yang terus tumbuh, serta peran sosial yang nyata bagi anggotanya. Tantangan ke depan tentu masih ada, terutama dalam menjaga kualitas piutang dan meningkatkan disiplin pengembalian pinjaman.
Namun dengan pengalaman panjang, struktur organisasi yang jelas, serta dukungan anggota, UPKD Sinar Abadi memiliki fondasi yang cukup kokoh untuk terus berbenah. Lebih dari sekadar angka di neraca, UPKD ini telah menjadi bagian penting dari denyut ekonomi Desa Wono Harjo—tumbuh bersama masyarakat dan terus berupaya memberi manfaat yang berkelanjutan.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda