I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kelapa sawit merupakan salah satu
komoditas unggulan nasional yang memiliki peran strategis dalam perekonomian
daerah maupun nasional. Tingginya permintaan CPO (Crude Palm Oil) dan produk
turunannya menjadikan kegiatan jual beli Tandan Buah Segar (TBS) sebagai mata
rantai penting dalam industri sawit.
Di tingkat petani dan pekebun
rakyat, keberadaan unit usaha jual beli TBS dengan kapasitas menengah sangat
dibutuhkan untuk menjamin kepastian penyerapan hasil panen, kestabilan harga,
serta efisiensi distribusi ke pabrik kelapa sawit (PKS). Oleh karena itu,
diperlukan kegiatan usaha jual beli TBS yang dikelola secara profesional,
transparan, dan berkelanjutan.
Proposal ini disusun sebagai acuan
teknis pendirian dan pengelolaan usaha jual beli TBS kelapa sawit dengan
kapasitas 25 ton per hari, mulai dari aspek teknis operasional,
kebutuhan sarana prasarana, perhitungan anggaran biaya (RAB), hingga analisis
kelayakan usaha.
Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit
1.2 Tujuan Kegiatan
Tujuan penyusunan proposal ini adalah:
- Menyediakan
panduan teknis kegiatan jual beli TBS kelapa sawit.
- Menjelaskan
sistem operasional usaha dengan kapasitas 25 ton per hari.
- Menyusun
Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara rinci.
- Menganalisis
kelayakan usaha dari aspek teknis, finansial, dan ekonomi.
1.3 Sasaran Kegiatan
Sasaran dari kegiatan ini meliputi:
- Petani dan
pekebun sawit rakyat
- Koperasi
atau BUMDes
- Mitra PKS
(Pabrik Kelapa Sawit)
- Investor
atau lembaga pembiayaan
II. GAMBARAN UMUM USAHA
2.1 Jenis Usaha
Usaha yang direncanakan adalah jual beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa
sawit, dengan sistem:
- Pembelian
TBS dari petani/pengepul kecil
- Penimbangan
dan sortasi
- Pengangkutan
dan penjualan ke PKS
2.2 Kapasitas Usaha
- Kapasitas
pembelian: 25 ton TBS per hari
- Hari
operasional: 26 hari kerja per bulan
- Volume
bulanan: ±650 ton
- Volume
tahunan: ±7.800 ton
2.3 Lokasi Usaha
Lokasi usaha direncanakan berada di jalan lintas Bengkulu – Mukomuko Desa Penarik,
Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko dengan pertimbangan starategis sebagai
berikut:
- Wilayah
sentra perkebunan sawit rakyat
- Akses jalan
memadai untuk truk pengangkut
- Jarak ke PKS
maksimal 5–20 km (efisiensi biaya angkut)
III. URAIAN TEKNIS OPERASIONAL
3.1 Alur Kegiatan Operasional
- Penerimaan
TBS
- Petani
mengirim TBS ke lokasi penampungan
- Pemeriksaan
awal kualitas (kematangan, brondolan, kebersihan)
- Penimbangan
- Menggunakan
timbangan digital kapasitas ≥40 ton
- Dicatat
dalam buku atau sistem pencatatan harian
- Sortasi dan
Grading
- Pemisahan
TBS mentah, busuk, atau abnormal
- Potongan
harga jika kualitas di bawah standar
- Penyimpanan
Sementara
- Maksimal 24
jam untuk menjaga kualitas
- Disusun
rapi di lantai cor atau terpal
- Pengangkutan
ke PKS
- Menggunakan
dump truck atau truk bak terbuka
- Pengiriman
dilakukan setiap hari
3.2 Standar Mutu TBS
Standar mutu yang diterapkan:
- Tingkat
kematangan: fraksi 2–3
- Brondolan
minimal 10%
- Bebas dari
sampah, pasir, dan tangkai panjang
- Tidak busuk
atau terlalu mentah
3.3 Sarana dan Prasarana
- Lahan
Operasional
- Luas
±1.000–1.500 m²
- Lantai cor
beton
- Peralatan
Utama
- Timbangan
digital
- Terpal
- Alat
bongkar muat
- APD pekerja
- Sarana
Angkut
- 1 unit dump
truck kapasitas 8–10 ton
- Sistem sewa
atau milik sendiri
3.4 Tenaga Kerja
|
No |
Jabatan |
Jumlah |
|
1 |
Koordinator
usaha |
1 orang |
|
2 |
Petugas timbang
& administrasi |
1 orang |
|
3 |
Pekerja bongkar
muat |
4 orang |
|
4 |
Supir truk |
2 orang |
Total tenaga kerja: 8 orang
IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
4.1 Investasi Awal
|
No |
Uraian |
Volume |
Biaya (Rp) |
|
1 |
Sewa/persiapan
lahan (1 tahun) |
1 paket |
25.000.000 |
|
2 |
Pembuatan
lantai cor & drainase |
1 paket |
30.000.000 |
|
3 |
Timbangan
digital 40 ton |
1 unit |
60.000.000 |
|
4 |
Peralatan
bongkar muat & APD |
1 paket |
10.000.000 |
|
5 |
Biaya perizinan
& administrasi |
1 paket |
5.000.000 |
Total Investasi Awal: Rp130.000.000
4.2 Biaya Operasional Bulanan
|
No |
Uraian |
Biaya/Bulan (Rp) |
|
1 |
Pembelian TBS
(650 ton x Rp2.000/kg) |
1.300.000.000 |
|
2 |
Upah tenaga
kerja |
15.000.000 |
|
3 |
BBM &
transportasi |
20.000.000 |
|
4 |
Pemeliharaan
alat & timbangan |
3.000.000 |
|
5 |
Biaya
administrasi & komunikasi |
2.000.000 |
Total Biaya Operasional/Bulan: Rp1.340.000.000
V. ANALISIS PENDAPATAN USAHA
5.1 Pendapatan
- Harga jual
ke PKS: Rp2.150/kg
(harga rata-rata)
- Volume: 650
ton/bulan
Pendapatan kotor:
650.000 kg x Rp2.150 = Rp1.397.500.000
5.2 Laba Kotor Bulanan
Pendapatan – Biaya Operasional
= Rp1.397.500.000 – Rp1.340.000.000
= Rp57.500.000 / bulan
VI. ANALISIS KELAYAKAN USAHA
6.1 Kelayakan Teknis
- Bahan baku
tersedia sepanjang tahun
- Teknologi
sederhana dan mudah diterapkan
- SDM lokal
tersedia
Kesimpulan: Layak secara teknis
6.2 Kelayakan Finansial
- Laba bersih
bulanan ± Rp50–55 juta
- BEP
investasi ± 2,5–3 bulan
- Margin usaha
stabil
Kesimpulan: Layak secara finansial
6.3 Kelayakan Ekonomi dan Sosial
- Menyerap
tenaga kerja lokal
- Meningkatkan
pendapatan petani
- Mendukung
rantai pasok industri sawit
Kesimpulan: Layak secara ekonomi dan sosial
VII. RISIKO USAHA DAN MITIGASI
|
Risiko |
Mitigasi |
|
Fluktuasi harga
TBS |
Kontrak harga
harian dengan PKS |
|
Cuaca buruk |
Manajemen stok
maksimal 24 jam |
|
Kualitas TBS
rendah |
Penerapan
standar grading |
VIII. ANALISIS ARUS
KAS (CASH FLOW)
8.1 Asumsi Dasar Perhitungan
Untuk menjaga kehati-hatian, digunakan asumsi sebagai berikut:
1. Kapasitas
usaha: 25 ton/hari
2. Hari
kerja: 26 hari/bulan
3. Volume:
o
Bulanan: 650 ton
o
Tahunan: 7.800 ton
4. Harga
beli TBS: Rp2.000/kg
5. Harga
jual TBS ke PKS: Rp2.150/kg
6. Margin
bersih rata-rata: Rp150/kg
7. Laba
bersih rata-rata: ± Rp55.000.000/bulan
8. Investasi
awal: Rp130.000.000
9. Umur
proyek: 5 tahun
10. Discount
rate (tingkat diskonto): 12% per tahun
(mengacu pada suku bunga kredit UMKM / koperasi)
8.2 Arus Kas Bersih Tahunan
Laba Bersih
Tahunan
Rp55.000.000 x 12 bulan
= Rp660.000.000 / tahun
Diasumsikan laba relatif stabil selama umur proyek.
Tabel Arus Kas
Proyek (5 Tahun)
|
Tahun |
Arus Kas Bersih (Rp) |
Faktor Diskonto 12% |
Nilai Sekarang (Rp) |
|
0 |
-130.000.000 |
1,00 |
-130.000.000 |
|
1 |
660.000.000 |
0,893 |
589.380.000 |
|
2 |
660.000.000 |
0,797 |
526.020.000 |
|
3 |
660.000.000 |
0,712 |
469.920.000 |
|
4 |
660.000.000 |
0,636 |
419.760.000 |
|
5 |
660.000.000 |
0,567 |
374.220.000 |
Total PV Arus Kas
Masuk
= Rp2.379.300.000
IX. ANALISIS NET PRESENT VALUE (NPV)
9.1 Rumus NPV
NPV=∑CFt(1+r)t−I0\text{NPV} = \sum \frac{CF_t}{(1+r)^t} - I_0NPV=∑(1+r)tCFt−I0
Dimana:
·
CF = Cash Flow
·
r = Discount Rate
·
I₀ = Investasi awal
9.2 Perhitungan NPV
NPV = Total PV Arus Kas Masuk – Investasi Awal
NPV = Rp2.379.300.000 – Rp130.000.000
NPV =
Rp2.249.300.000 (POSITIF)
9.3 Interpretasi NPV
·
NPV > 0 → Usaha sangat layak
·
Nilai NPV yang besar menunjukkan:
o
Margin usaha kuat
o
Risiko finansial relatif rendah
o
Usaha mampu menanggung fluktuasi harga
X. ANALISIS
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)
10.1
Pengertian IRR
IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV = 0, atau
tingkat pengembalian internal proyek.
10.2
Estimasi IRR
Dengan:
·
Investasi awal relatif kecil (Rp130 juta)
·
Arus kas tahunan sangat besar (Rp660 juta)
·
Payback period < 1 tahun
Maka IRR dapat dihitung dengan pendekatan interpolasi/Proyeksi.
10.3
Pendekatan Perhitungan IRR
Dicoba dua tingkat diskonto:
Diskonto 100%
PV arus kas tahun pertama:
660.000.000 / (1+1) = 330.000.000
Masih jauh di atas investasi awal.
Diskonto 300%
660.000.000 / (1+3) = 165.000.000
Masih di atas investasi awal.
➡ Artinya IRR jauh di atas 100%.
IRR Diperkirakan
± 350% – 400% per tahun
10.4
Interpretasi IRR
|
Kriteria |
Nilai |
|
Discount Rate |
12% |
|
IRR Proyek |
± 350% |
|
Keputusan |
Sangat Layak |
IRR jauh melampaui tingkat bunga pinjaman atau biaya modal, sehingga proyek sangat
menarik bagi investor maupun lembaga pembiayaan.
XI. PAYBACK
PERIOD (Tambahan Penguat Kelayakan)
11.1
Perhitungan Payback Period
Investasi awal: Rp130.000.000
Laba bersih bulanan: Rp55.000.000
Payback Period =
130.000.000 / 55.000.000 ≈ 2,36 bulan
11.2
Interpretasi
·
Modal kembali dalam ± 2–3 bulan
·
Risiko investasi rendah
·
Cocok untuk usaha koperasi, dan UMKM skala menengah
XII. KESIMPULAN
KELAYAKAN FINANSIAL
Berdasarkan analisis arus kas, NPV, IRR, dan Payback Period, maka:
1. NPV
positif sangat besar
2. IRR
jauh di atas tingkat diskonto
3. Payback
period sangat cepat
4. Usaha
tahan terhadap fluktuasi harga moderat
Kesimpulan Akhir:
👉 Usaha jual beli TBS kelapa sawit kapasitas
25 ton per hari SANGAT LAYAK secara finansial dan ekonomis.
XIII. PENUTUP
Kegiatan jual beli Tandan Buah
Segar (TBS) kelapa sawit dengan kapasitas 25 ton per hari merupakan usaha yang layak,
prospektif, dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan profesional, dukungan
sarana prasarana yang memadai, serta sistem keuangan yang transparan, usaha ini
berpotensi memberikan keuntungan ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi petani
dan masyarakat sekitar.
Proposal ini diharapkan dapat
menjadi acuan teknis dan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan
dalam pengembangan usaha jual beli TBS kelapa sawit.

0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda