Alamat :
Desa Tanjung Dalam Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Omah Ijo
LATAR BELAKANG
PENDIRIAN
1.1 Latar
Belakang
Pembangunan sektor pertanian di
Indonesia terus mengalami pergeseran paradigma, dari yang semula berfokus pada
peningkatan produksi semata (pro-growth) menuju pada penyediaan pangan yang
berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat (pro-poor
dan pro-green). Di tengah arus modernisasi dan tantangan perubahan iklim global,
kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang adaptif, mandiri, dan
inovatif menjadi sebuah keniscayaan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian
terus mendorong lahirnya pusat-pusat pembelajaran non-formal yang tumbuh
langsung dari inisiatif masyarakat. Lembaga ini dikenal sebagai Pusat Pelatihan
Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).
Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya
Kecamatan Ulok Kupai, secara geografis memiliki potensi agraris yang sangat
melimpah. Wilayah ini didominasi oleh bentang alam subur yang sangat potensial
untuk pengembangan sektor perkebunan, hortikultura, kehutanan, dan peternakan.
Namun, tantangan klasik yang sering dihadapi oleh petani lokal adalah
ketergantungan pada pupuk kimia sintetis, minimnya nilai tambah produk pasca-panen,
serta fluktuasi harga komoditas utama seperti kelapa sawit dan karet.
Merespons kondisi tersebut, lahir
sebuah inisiatif lokal yang visioner dari bawah (bottom-up) berupa
pendirian P4S Omah Ijo. Bertempat di Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Ulok
Kupai, P4S Omah Ijo didirikan atas dasar kesadaran bersama bahwa kemandirian
petani hanya bisa dicapai melalui proses belajar yang konsisten, aplikatif, dan
saling berbagi pengalaman (farmer-to-farmer learning). Nama "Omah
Ijo" yang berarti "Rumah Hijau" filosofisnya mencerminkan
komitmen lembaga untuk menjadi rumah bernaung bagi sistem pertanian yang asri,
lestari, terintegrasi, dan selaras dengan keseimbangan alam.
1.2 Tujuan
Pendirian
P4S Omah Ijo didirikan dengan
beberapa tujuan strategis, antara lain:
- Menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan pertanian praktis bagi
petani, pemuda tani, mahasiswa, dan masyarakat umum di wilayah Bengkulu
Utara dan sekitarnya.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan konsep pertanian terpadu berbasis Agrosilvopastura
(integrasi tanaman pangan/hortikultura, kehutanan, dan peternakan).
- Mengurangi ketergantungan petani terhadap input eksternal yang mahal
melalui pelatihan pembuatan pupuk organik, pestisida nabati, dan
pemanfaatan limbah domestik.
- Mendorong terciptanya jejaring agribisnis dan ekowisata berbasis
pedesaan (community-based ecotourism) guna meningkatkan
kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.
VISI, MISI, DAN
STRUKTUR ORGANISASI
2.1 Visi Lembaga
"Menjadi Pusat Pelatihan
Pertanian dan Perdesaan Swadaya yang unggul, mandiri, dan menjadi pelopor
pertanian terpadu berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Provinsi Bengkulu
pada tahun 2030."
2.2 Misi Lembaga
Untuk mewujudkan visi besar
tersebut, P4S Omah Ijo merumuskan lima misi utama sebagai berikut:
- Menyelenggarakan Pelatihan Kompeten: Menyelenggarakan kegiatan
pelatihan dan permagangan di bidang pertanian, peternakan, dan kelestarian
lingkungan dengan metode demonstrasi cara yang mudah dipahami oleh petani.
- Inovasi Pertanian Organik: Mengembangkan riset praktis
berbasis swadaya untuk menghasilkan formula pupuk organik dan agens hayati
guna memulihkan kesuburan tanah.
- Pemberdayaan Pemuda Tani: Mengedukasi dan memotivasi
generasi muda agar tertarik terjun ke sektor pertanian melalui pendekatan
teknologi pertanian modern yang efisien dan menguntungkan.
- Pengembangan Jejaring Kemitraan: Membangun kolaborasi yang
sinergis dengan institusi pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan
organisasi non-pemerintah dalam kerangka Tri Dharma Perguruan Tinggi dan
pemberdayaan masyarakat.
- Optimalisasi Agro-Ekowisata: Mengembangkan kawasan P4S
sebagai destinasi wisata edukasi (agro-edutourism) yang mampu memberikan
dampak ekonomi multiplier bagi desa.
2.3 Struktur
Organisasi dan Tata Kelola
Sebagai lembaga swadaya, P4S Omah
Ijo dikelola secara profesional namun tetap mengedepankan asas kekeluargaan dan
gotong royong. Manajemen lembaga dipimpin oleh figur pengelola utama yang
dibantu oleh para instruktur berpengalaman, laboran swadaya, serta divisi
penggerak lapangan.
- Ketua/Pengelola Utama: Hendri Suratin
- Divisi Pelatihan & Kurikulum: Bertanggung jawab menyusun
silabus pelatihan, jadwal permagangan, dan modul instruksi kerja praktis.
- Divisi Sarana & Produksi Lapangan: Mengelola
kebun percontohan (demplot), area peternakan, dan laboratorium
pembuatan pupuk.
- Divisi Hubungan Masyarakat & Kemitraan:
Menjembatani hubungan kerja sama dengan pihak luar, termasuk universitas
dan dinas terkait.
- Divisi Pengembangan Wisata & Kreatif: Mengelola
kunjungan wisata edukasi, dokumentasi, dan pemasaran produk kreatif hasil
olahan P4S.
FOKUS PROGRAM DAN
KONSEP UTAMA (AGROSILVOPASTURA)
3.1 Konsep
Agrosilvopastura sebagai Pilar Utama
Salah satu keunggulan dan
karakteristik unik yang membedakan P4S Omah Ijo dengan pusat pelatihan lainnya
adalah penerapan konsep Agrosilvopastura. Secara ilmiah,
agrosilvopastura adalah suatu sistem komprehensif yang mengombinasikan komponen
kehutanan (silvikutur), pertanian (agronomi), dan peternakan (pastura) pada
satu unit lahan yang sama secara simultan atau berurutan.
Di P4S Omah Ijo, konsep ini
diimplementasikan secara nyata sehingga membentuk siklus ekologi tertutup (zero
waste farming):
- Komponen Pertanian (Agro): Meliputi budidaya tanaman
hortikultura sayuran, buah-buahan seperti alpukat dan komoditas pangan
lokal lainnya yang ditanam dengan prinsip organik.
- Komponen Kehutanan (Silvo): Diwujudkan melalui penanaman
tanaman kayu bernilai ekonomi tinggi serta pohon buah tahunan seperti
durian berkualitas unggul yang sekaligus berfungsi sebagai peneduh dan
penahan erosi tanah.
- Komponen Peternakan (Pastura): Berupa budidaya ternak
kambing ramah lingkungan. Kotoran dan urine kambing diolah menjadi pupuk
organik, sementara daun-daun dari komponen kehutanan dan limbah pertanian
dimanfaatkan sebagai pakan hijau bermutu tinggi.
3.2 Program
Pelatihan Unggulan
P4S Omah Ijo secara berkala membuka
kelas pelatihan yang dirancang khusus sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Beberapa program pelatihan unggulan tersebut meliputi:
- Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Kompos:
Memanfaatkan bahan baku lokal, limbah kotoran ternak, dan limbah
perkebunan untuk menekan biaya produksi pupuk hingga 60%.
- Manajemen Peternakan Kambing Ramah Lingkungan: Edukasi
mengenai perkandangan yang bersih, pengolahan pakan fermentasi (silase),
dan manajemen kesehatan ternak.
- Pemanfaatan Limbah Domestik untuk Produk Kreatif: Salah satu
inovasi menarik yang diajarkan adalah pemanfaatan minyak jelantah (minyak
goreng bekas) untuk diolah menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan,
guna mengurangi pencemaran lingkungan tingkat rumah tangga.

Kegaitan Pelaithan yang diselenggarakan oleh P4S Omah Ijo
KEMITRAAN
STRATEGIS DAN SARANA PRASARANA
4.1 Kemitraan
dengan Perguruan Tinggi dan Instansi Pemerintah
Keberadaan P4S Omah Ijo di
Kecamatan Ulok Kupai telah menarik perhatian berbagai akademisi dan praktisi
pembangunan. Menyadari bahwa pengembangan ilmu pengetahuan membutuhkan
hilirisasi ke tingkat tapak, P4S Omah Ijo secara aktif menjalin kerja sama
resmi (MoU) dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu.
Beberapa kolaborasi strategis yang
telah dan sedang berjalan antara lain:
- Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah
Bengkulu (UMB): Kerja sama dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi,
penyelenggaraan kuliah umum bertema pertanian dan peternakan
berkelanjutan, serta diskusi akademik kewirausahaan bagi petani muda.
- Fakultas Pertanian Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu (UNIB): Pelaksanaan
program pengabdian masyarakat oleh para dosen dan peneliti dalam
mendampingi masyarakat Desa Tanjung Dalam untuk mengembangkan ekowisata
berbasis komunitas (community-based ecotourism) memanfaatkan
potensi hutan desa dan lahan agrosilvopastura P4S Omah Ijo.
Melalui kemitraan ini, P4S Omah Ijo
berfungsi sebagai laboratorium alam dan tempat praktik kerja lapangan (PKL)
bagi mahasiswa, sekaligus menjadi wadah transfer teknologi dari kampus ke
masyarakat.
![]() |
| Kegiatan PKL siswa SMK |
4.2 Sarana dan
Prasarana Pendukung
Untuk menjamin kenyamanan para
peserta pelatihan dan pengunjung, P4S Omah Ijo dilengkapi dengan fasilitas
penunjang yang representatif di atas lahan yang tertata rapi, meliputi:
- Ruang Pertemuan dan Diskusi: Aula semi-terbuka yang
memadai untuk pemaparan materi teori, persentasi, dan ruang dialog interaktif.
- Kebun Percontohan (Demplot Hortikultura): Area
eksplorasi tanaman buah dan sayur organik terintegrasi.
- Kandang Kambing Model: Desain kandang panggung yang
higienis untuk sarana edukasi peternakan dan kontes kambing.
- Laboratorium Pengolahan Kompos: Fasilitas tempat pencacahan
bahan baku dan fermentasi pupuk organik.
- Fasilitas Wisata Petik Buah: Area rekreasi di mana
pengunjung dapat menikmati pengalaman langsung memetik buah durian atau
alpukat langsung dari pohonnya saat musim panen tiba.
DAMPAK, STRATEGI
PENGEMBANGAN, DAN PENUTUP
5.1 Dampak
Keberadaan P4S Omah Ijo terhadap Masyarakat
Sejak berdirinya, P4S Omah Ijo
telah memberikan kontribusi nyata yang multi-dimensi bagi masyarakat Kecamatan
Ulok Kupai dan Kabupaten Bengkulu Utara secara umum:
|
Dimensi Dampak |
Indikator Keberhasilan dan Capaian |
|
Ekonomi |
Meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui penjualan produk
pertanian organik, bibit buah unggul, serta omzet dari kunjungan wisatawan
agro. |
|
Ekologi |
Menurunkan tingkat degradasi lahan akibat penggunaan bahan kimia
berlebih; mendorong kelestarian hutan lewat sistem silvikutur. |
|
Sosial-Edukasi |
Mengubah pola pikir (mindset) petani tradisional menjadi petani
pengusaha (agripreneur) yang mandiri secara wawasan. |
5.2 Strategi Pengembangan Masa Depan
Menatap tantangan ke depan,
pengelola P4S Omah Ijo telah merumuskan beberapa strategi pengembangan
kelembagaan yang berkelanjutan:
- Pelatihan Berkelanjutan SDM Internal:
Mengikutsertakan para instruktur lokal ke pelatihan tingkat nasional agar
sertifikasi kompetensi kelembagaan P4S dapat naik kelas secara berjenjang.
- Digitalisasi Pertanian (Smart Farming): Mulai
mengenalkan adopsi teknologi digital bagi petani milenial, seperti
pemetaan lahan sederhana, optimasi media sosial untuk pemasaran digital (digital
marketing), dan penggunaan sistem barcode (QR-Code) untuk identifikasi
jenis flora di kawasan P4S guna memperkuat aspek edukasi bagi wisatawan.
- Pengembangan Paket Wisata Beragam: Menyusun paket-paket wisata
edukasi terintegrasi yang menyasar anak sekolah, mahasiswa, maupun
instansi kedinasan guna memperluas jangkauan kebermanfaatan lembaga.
5.3 Penutup
Pusat Pelatihan Pertanian dan
Perdesaan Swadaya (P4S) Omah Ijo di Kecamatan Ulok Kupai bukan sekadar sebuah
tempat pelatihan fisik, melainkan sebuah gerakan moral dan kultural untuk
mengembalikan kejayaan pertanian Indonesia yang ramah lingkungan. Dengan
menyatukan komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan dalam harmoni
Agrosilvopastura, P4S Omah Ijo membuktikan bahwa kemandirian pangan dan
kelestarian ekologi dapat berjalan beriringan. Dukungan berkelanjutan dari
pemerintah daerah, akademisi, dan partisipasi aktif masyarakat akan menjadi
bahan bakar utama bagi Omah Ijo untuk terus bertumbuh, menghijaukan bumi
Bengkulu Utara, dan menyejahterakan para petani di tingkat tapak.


0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung ke situs ini. Silahkan isi komentar/tanggapan anda